"Kenapa diam? Bukankah ada yang ingin kamu katakan?" tanya Rayhan sambil menatap tajam Denna."Ti-tidak...," jawab Denna mencoba untuk tetap tenang, "A-aku hanya ingin memastikan kabar yang aku dengar,""Katakan pada orang yang mengatakan hal itu untuk berpikir ulang jika ingin terus hidup tenang," kata Rayhan santai namun penuh peringatan.Erina yang berdiri di belakang Denna perlahan mengangkat kepala untuk melihat raut wajah Rayhan. Dia menelan ludah beberapa kali saat matanya bertemu dengan mata hitam Rayhan. Ada sorot kekecewaan yang membuat dada Erina terasa sesak."Say-sayang aku ha-hanya...," Erina tak menemukan kata yang tepat untuk menjelaskan pada Rayhan, "Mak-maksudku, aku merasa...,""Aku tahu, kamu tidak perlu menjelaskan padaku," potong Rayhan sambil menghela napas perlahan, "Aku akan memberimu penjelasan setelah ini,""Aku salah, seharusnya aku tidak langsung mempercayai kabar yang aku dapatkan," kata Erina pelan marasa bersalah."Jangan munafik!" bentak Denna tak taha
Read more