Se connecterTrauma masa lalu terus menghantui kehidupan Kiran selama 6 tahun ini. Penghinaan dan pengkhianatan membuat Kiran tak mudah untuk percaya dengan orang lain. Namun, pekerjaan baru membuat dia mau tidak mau harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Pertemuaan Kiran dengan dua anak kembar berumur lima tahun, membuat bayangan-bayangan terlintas kembali dalam pikirannya. Siapakah dua anak kembar itu? Apa hubungan mereka dengan masa lalu Kiran?
Voir plus"Mommy, aku ingin mendengar lagu 'Bintang-bintang' lagi!" kata Zayyan sambil naik ke atas tempat tidur Kiran."Zayyan, kamu seharusnya minta ijin terlebih dahulu sebelum naik ke tempat tidur Mommy!" tegur Zahran untuk kesekian kalinya. Selama ini Zahran selalu bersikap lebih dewasa dari Zayyan, namun hal itu membuat hubungan mereka terlihat semakin menggemaskan."Zahran Sayyang, sini!" panggil Kiran sambil menepuk-nepuk bagian kosong di sebalahnya, "Malam ini Mommy tidak hanya akan bernyanyi tapi juga cerita sesuatu yang pasti kalian suka!""Benarkah?" kali ini bukan Zayyan melainkan Zahran yang terdengar begitu bersemangat sambil naik ke tempat yang ditunjukkan Kiran.Mereka terlihat begitu bersemangat dengan apa saja yang dilakukan oleh Kiran. Bersama Kiran mereka merasakan pengalaman baru yang tidak pernah mereka lakukan. Meskipun merasa asing mereka tetap melakukannya karena hal itu bisa membuat Kiran bahagia."Mommy ingin kalian berkata jujur," kata Kiran terlihat serius sambil m
“Mommy!” Suara Zayyan terdengar begitu Kiran keluar dari gedung perusahaan Bintara. Tangannya melambai dengan semangat berharap Kiran menyadari kehadirannya.Senyuman lebar menghiasi wajah cantik Kiran saat melihat Si Kembar menjemputnya. Meskipun dia merasa sedikit takut namun tetap saja ada perasaan bahagian yang tak dapat dia ungkapkan. Baru kali ini ada yang menunggunya pulang bekerja."Sssssttt... jangan panggil Mommy!" seru Zahran memperingatkan adik kembarannya, "Kita tidak ingin Mommy mendapat masalah gara-gara kamu kan?""Maafkan aku, aku lupa," balas Zayyan terdengar begitu menyesal."Nggak masalah, banyak rekan-rekan Mommy yang sudah pulang," kata Kiran sambil mencium Zahran dan Zayyan bergantian, "Apa kalian bersenang-senang di sekolah?""Membosankan," kata Zayyan dengan raut muka cemberut, "Anak-anak itu terlalu cengeng dan tak bisa apapun,""Mereka hanya bisa merengek dan menangis," tambah Zahtan mendukung perkataan Zayyan.Kiran menghela napas pelan sambil tersenyum mend
"Rayh...," Erina menutup mulutnya kembali sambil menundukkan kepala.Di sisi lain Denna hanya diam sambil menatap tajam ke arah Rayhan seolah ingin mengerti apa yang terjadi dengan laki-laki itu. Selama ini Rayhan selalu berhasil mengendalikan emosinya seperti apa yang diharapkan seorang penerus keluarga kalangan atas.Namun kali ini Rayhan benar-benar kehilangan kendali sampai membuatnya berteriak di depan umum. Hal itu tentu membuat dahi Denna berkerut curiga. Tangannya terlepas dari rambut Erina dan langsung berjalan ke arah Rayhan.Mata dingin Rayhan menatapnya dengan emosi yang masih terlihat jelas. Kali ini Denna benar-benar menatap Rayhan tanpa senyuman nakal yang biasanya menghiasi wajah cantiknya. Dia tahu jika keadaannya sedang tidak baik-baik saja."Tuan, sebaiknya Tuan Muda kembali ke ruang kerja," kata Aldi perlahan takut jika Rayhan semakin emosi, "Saya yang akan menyelesaikan semua ini,"Kali ini, pandangan Rayhan beralih kepada Aldi. Namun, tatapan dingin itu masih sam
Tanpa membuang waktu Denna langsung maju mendekat ke arah Erina dan langsung menjambak rambut Erina dengan kuat. Rayhan sama sekali tak menduga hal itu, dia tersadar saat Erina berteriak kencang. Suasana di ruang kantor Rayhan begitu kacau sampai membuat beberapa sekretaris Rayhan berpura-pura tak tahu."Aldi!" teriak Rayhan saat tak bisa memisahkan Denna dan Erina. Selama ini Aldi yang selalu menyelesaikan masalah pertengkaran kedua perempuan itu, Rayhan hanya perlu duduk dengan wajah bosan melihat drama mereka bertiga."Aldi masuk sekarang juga!" ulang Rahyan sambil mencoba untuk menarik Denna agar tidak menjawambak Erina.Keadaan menjadi semakin panas saat Erina membalas Denna. Tangannya terangkat keatas dan menampar pipi Denna dengan begitu kuat.Plaaak!Suara begitu keras sampai membuat seorang OB terjatuh saat mencoba untuk mengintip. Tidak ada yang berani bergerak maupun membuat suara sedikit pun. Beberapa orang menahan napas menanti apa yang akan terjadi selanjutnya."Aaaakkkhh
Setelah menunggu sekian lama, Si Kembar akhirnya melihat Kiran berjalan bersama pegawai lainnya menuju kantin tempat mereka duduk saat ini. Senyuman lebar menghisai bibir Si Kembar, mereka berdua segera bangkit dari tempat duduknya dan bermaksud berlari menuju Kiran."Kalo kalian berlari seperti it
Setelah rapat selesai, Rara segera mengajak Kiran kembali ke lantai tempat mereka bekerja, dan mengarahkan Kiran untuk duduk di meja kosong di sampingnya. "Mulai saat ini kita satu tim dan ini tempat duduk kamu," kata Rara sambil menunjukkan meja kosong sebelah mejanya. "Makasih," balas Kiran sing
Kiran melangkah penuh percaya diri diiringin dengan senyuman ramah masuk ke dalam perusahaan Bintara. Tak lupa Kiran menyapa satpam dan resepsionis yang berjaga di lobby perusahaan Bintara dengan sopan. Dia juga antri di depan lift bersama karyawan lainnya dengan hati yang berdebar-debar. Saat Lift
"Kita nggak akan pernah memaafkan Om Aldi karena menjauhkan kita dari Mommy!" teriak Zayyan sambil menatap Aldi dengan kesal."Kalian jangan menambah wanita di sekitar Daddy kalian!" kata Aldi sambil memijat kepalanya yang terasa pusing memikirkan ulah Si Kembar."Kita nggak nambah wanita di sekita
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires