Gelap perlahan luruh. Kini, azan Subuh menggema membubung jauh. Lema membasuh muka 'tuk menghadap Sang Pencipta dalam sujud yang penuh. Mulutnya tak henti melantunkan doa, memohon keselamatan yang utuh. Usai menunaikan salat Subuh, ia pun mengisi perut dan menyegarkan tubuh.Di atas ranjang kayu, berjejer tas, tumpukan baju, alat tulis, dan buku-buku yang telah dikemas untuk dibawa jauh. Lema bersama rekan-rekannya siap mengarungi Giriwarsa yang dipenuhi pepohonan teduh. "Lema?" panggil Bu Huriah, memastikan anaknya sudah bersiap. Namun, di kamar itu, hanya tersisa senyap."Lema, kamu sedang mandi?" Bu Huriah setengah berteriak."Iya, Bu!" Tak lama, Lema keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih klimis, dengan pakaian yang cukup necis."Maa syaa Allah, anak Ibu. Rapi sekali," puji Bu Huriah."Barang-barangmu sudah siap semua, belum? Ini, Ibu bawakan makanan kering, ya. Buat camilan di sana." Bu Huriah menyerahkan tote bag berisi beberapa makanan."Alhamdulillah, terima kasih, Bu. Tapi
Baca selengkapnya