Siang itu, udara di lantai 3 Puspemas terasa pekat. Lema, Luhung, Mirah, Gendhis, dan Ceko duduk melingkar, melanjutkan diskusi Petitur yang tadi sempat tersendat. Di atas meja, terserak lembar demi lembar proposal penelitian untuk diserahkan ke Pak Eksin. Mirah dan Gendhis, sudah bersiap sedari tadi, untuk menjilidnya agar rapi terjalin. Lema mengusap wajahnya yang lelah. Matanya masih menangkap beberapa paragraf yang sempat ia revisi berdasarkan diskusi terakhir mereka. Namun, di tengah keheningan kecil itu, pikirannya justru melayang pada sebuah penemuan tak sengaja. Tentu saja, apa lagi kalau bukan postingan blog yang ia temukan mengenai SMP Kalpasastra? "Oh iya, aku baru ingat sesuatu," Lema menyenggol lengan Luhung yang sedang merapikan rambut. "Apa, tuh?" Luhung mendekatkan badannya ke Lema. Ceko pun refleks menatap ke arah Lema. "Aku tuh pernah baca, ada blog yang ditulis sama salah satu siswa di SMP Kalpasastra. Katanya ada adik kelasnya yang sering datang bergantian," cer
Read more