Kabar kehamilan Kania seharusnya menjadi kabar paling membahagiakan bagi Cakra.Setidaknya, itulah yang Kania pikirkan.Sejak mereka pulang dari dokter, sikap Cakra memang sedikit berubah. Lelaki itu menjadi lebih perhatian, meskipun sifat keras dan posesifnya masih belum sepenuhnya hilang.Pagi itu, Kania bahkan mendapati semangkuk bubur sudah tersedia di meja makan."Ini siapa yang pesan?" tanyanya kepada salah seorang pelayan."Pak Cakra, Nyonya."Kania terdiam.Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat sedikit.Mungkin Cakra benar-benar berusaha berubah.Mungkin kedatangan anak mereka bisa memperbaiki hubungan yang selama ini retak.Namun Kania tidak tahu bahwa di tempat lain, seseorang sedang berusaha menghancurkan kebahagiaan kecil itu.Della duduk di sebuah kafe bersama Cakra.Sejak mendengar kabar bahwa Kania hamil, pikirannya tidak tenang.Kehamilan Kania adalah ancaman.Selama Kania mengandung anak Cakra, perempuan itu akan memiliki alasan yang semakin kuat untuk tetap berada di
Last Updated : 2026-08-19 Read more