“Nyonya, pria tidak bercerita. Bos juga sama,” kata Zefan perlahan. “Pria itu, kalau ada masalah biasanya diselesaikan diam-diam. Kalau masalahnya di luar kendali kayak waktu itu, seorang pria akan merasa gagal. Itulah yang bos rasakan, Nyonya.”Maura menatap keseriusan di wajah Zefan.“Meski nggak kelihatan, tapi bos sebenarnya menyalahkan dirinya sendiri. Nyonya nggak tahu, kan, kalau bos diam-diam menempatkan penjaga di sekitar rumah Nyonya? Bos menyalahkan dirinya sendiri. Katanya, kalau dia menempatkan penjaga lebih banyak lagi, mungkin anak itu masih ada. Mungkin tinggal menunggu kelahirannya, bahkan mungkin dia udah lahir.”“Udah, cukup!” pinta Maura dengan emosi yang tiba-tiba naik. “Kenapa kamu ngomong kayak gitu? Intinya kamu lagi mendukung Dewangga, kan? Karena dia bos dan sahabat kamu, kan? Kamu pengen aku maafin dia?”“Bos kan nggak salah tentang kejadian itu, Nyonya. Meski diam, tapi dia nunggu anaknya lahir sampai-sampai membeli beberapa keperluan bayi kayak—”“Cukup, Z
Ler mais