Keesokan harinya, Maura bangun dengan perasaan yang lebih waspada. Dia mengecek jendela yang semalam dilewati orang misterius itu.Tak ada kerusakan maupun goresan apapun seolah apa yang terjadi semalam hanya halusinasinya.“Tidurmu nyenyak, Mia?” tanya Maura sambil duduk di sofa saat Mia tengah mengelap guci di bufet, sementara bu Dina sedang mencuci pakaian di ruang laundry.“Nyenyak, Nyonya,” jawab Mia yang sekali-kali memijat bahunya. “Nggak biasanya aku ketiduran di meja belajar kayak kebo, bikin badan sakit-sakit. Bangun-bangun udah agak terang di luar, padahal aku set alarm jam lima.”Maura tersenyum sambil menelan ludahnya. Dia yakin semalam bukan mimpi.“Oh, iya. Bukannya waktu semalam kamu udah ngecek semua pintu dan jendela, ya?” tanya Maura lagi, membuat Mia mengerutkan alisnya.“Udah, Nyonya. Apa ada jendela yang saya lupa kunci?” Wanita muda itu balik bertanya dengan wajah bingung.“Nggak.” Maura menggelengkan kepalanya sambil melirik jendela itu. Seingatnya juga, jendel
Last Updated : 2026-03-03 Read more