“Heh , kamu!" Zee menarik napas, hendak memaki pemuda di sampingnya. Tapi Gia menghentikannya segera. “Zee, sebentar lagi jam makan siang selesai. Kita bicarakan saja lagi, nanti.” Zee mengiyakan. Ia merasa sedikit lega, belum sampai mengucapkan sumpah serapah pada Haikal. Apalagi di depan tamu mereka. Dengan segenap kesabaran yang tersisa, Zee mencoba berbicara baik-baik. “Haikal,” panggilnya. “Ya, sayang.” “Kapan kamu mau pergi?” “Sebentar lagi.” “Sekarang, aku mau memesan sesuatu. Bisa pesankan untukku,” pinta Zee. Ingin menyingkirkan Haikal, barang sejenak saja. Haikal tersenyum maklum. "Mau pesan apa?" "Apa saja yang menurutmu aku akan suka." Haikal mengangguk dan berjalan menuju tempat pemesanan. Zee merasa sedikit lega, hah... dia benar-benar harus mencari cara untuk mengusir Haikal secepat mungkin. Haikal kembali dengan nampan di tangannya. "Selamat menikmati. Maaf nggak bisa nemenin dulu, ada kerjaan. Jangan kangen ya, nanti aku balik lagi." Zee mendengarnya, ta
Last Updated : 2023-11-14 Read more