LOGINZenaya. Perempuan cantik dan mandiri yang selalu dituntut sempurna oleh keluarganya. Pekerja keras hingga mendapatkan jabatan Manajer diusia muda. Tapi, kehidupan sempurnanya harus goyah karena seorang wanita muda mengaku telah tidur dengan pacarnya. Zee, nama panggilan Zenaya yang biasa dia gunakan di kantor. Tidak akan jatuh hanya karena perselingkuhan pacarnya. Dan dengan tegas, Zee membuang pacarnya. Tapi, namanya juga patah hati. Zee pergi ke club malam untuk pertama kalinya, dan berakhir di kamar bersama seorang pemuda. Pemuda yang masih berstatus sebagai mahasiswa, dan parahnya pemuda itu tidak mau melepas Zee dengan mudah. Bagaimana kisah Zee selanjutnya....
View MoreDuda bernama pak Bayu itu tak kunjung keluar. Khawatir Haikal akan membuat masalah. Dio mengambil dokumen di mejanya, lalu berjalan ke arah ruangan manajer. Begitu pintu di ketuk, Bayu yang terlihat. Pria itu menahan pintu, untuk mempersilahkan Dio masuk.“Jangan tutup pintunya! Pak Bayu, saya rasa sebaiknya Anda kembali saja. Oh, jangan lupa bawa makanan ini. Saya sedang diet, jadi sayang kalau tidak di makan.” Suara Zee terdengar hingga keluar ruangan, karena pintu masih terbuka lebar. “Pak Dio, anda silakan masuk!” Bayu yang tadi tersenyum kala datang, pergi dengan wajah datar. Sepertinya, dia malu karena ditolak langsung oleh Zee. Setelah pria itu tidak terlihat lagi. Terdengar sorakan dari bangku Alif dan Haikal.“Peluangmu masih banyak, kawan!” ujar Alif, sambil menepuk bahu rekan kerjanya itu.Dio keluar dari ruangan Zee dengan wajah tersenyum. Tangannya menenteng tas plastik yang tadi di bawa Bayu. “Kata ibu manajer, ini buat kita.”Alif langsung berdiri menyongsong tas plast
Masa cuti sakit Zee telah selesai. Wanita cantik itu langsung masuk kerja, begitu luka di area kepalanya, dinyatakan sembuh oleh dokter.Kini Zee sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Suara ketikan dan lembaran kertas, terdengar sejak tadi, dari ruangan manajer itu. Beberapa kali Gia bolak-balik mengantarkan map dan beberapa berkas lainnya ke dalam sana.Selama Zee tidak masuk, banyak pekerjaan yang di tinggalkannya. Sekaranglah wanita itu akan sibuk beberapa hari ke depan. Itu pun, jika dia mengambil lembur.Suara ketukan pintu, membuat Zee menghentikan jarinya dari papan ketiknya. “Masuk,” sahutnya. Seorang gadis dengan rambut sebahu mendorong pintu kaca yang agak gelap tersebut.“Bu, ada pihak HRD mau datang, mengantarkan anak magang,” lapornya. Gadis bernama Naura itu, menunggu jawaban dari Zee yang sudah kembali sibuk dengan papan ketiknya.Zee mendongak sebentar, sebelum menyahut. “Tanya Gia mau ditempatkan di mana. Dan langsung ajari dia aturan di divisi ini, beserta tugas-tugasn
Haikal memperhatikan setiap gerakan Zee, apalagi malam ini, ia mengenakan pakaian tidur hitam yang menampilkan lekukan tubuhnya. Dia terlihat begitu cantik dalam pakaian itu.Merasa diperhatikan, Zee menoleh pada pemuda yang sedang menyeringai padanya. “Ada apa?” tanya Zee.“Kamu cantik malam ini,” kata Haikal. Ia menatap Zee penuh cinta. Haikal tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang sesak. Dia menyentuh wajah Zee yang halus dan mengangkatnya untuk mencium bibir Zee. Bibir berwarna merah muda yang lembut.Zee menahan tangan Haikal. "Tidak, Haikal. Kalau kamu melewati batas, silakan keluar sekarang juga.” Hampir saja Zee tergoda oleh tatapan lembut itu. Dia sedikit beringsut untuk memberikan jarak di antara mereka.“Maaf.” Haikal mencoba menenangkan hatinya yang sedang berdegup kencang. Dia terlalu terburu-buru tadi. Harusnya dia lebih sadar dan menunggu Zee lebih membuka hatinya.Haikal duduk dengan diam di samping Zee, mencoba mengirim sinyal-sinyal cintanya kepada Zee sebisa mun
Haikal mengungkung tubuh Zee ke dinding. Kejadian sebelumnya sangat cepat, hingga Zee tidak mampu bereaksi. Saat hendak mengembalikan peralatan makan ke dapur, dia malah terpeleset dan hampir terjatuh. Untung saja Haikal mengekorinya tadi. Jadi pemuda itu dengan sigap menahan pinggang Zee.“Hati-hati,” ujar pemuda itu. Ia membantu Zee untuk berdiri. “Ada yang sakit?” Melihat Zee yang terdiam, Haikal jadi khawatir.Zee terdiam karena salah tingkah. Bisa-bisanya dia ceroboh saat Haikal masih berada di sini. Kalau benar-benar jatuh karena terpeleset, pastilah dia akan sangat malu sekali.Karena tak kunjung meresponnya, Haikal mendorong pelan tubuh Zee ke tembok dan mengungkungnya agar tidak melarikan diri. “Sedang memikir apa?”Jantung Zee langsung berlompatan di dalam sana. Gadis itu meneguk ludah susah payah. Haikal tengah menatapnya, tajam dan dalam. Lagi-lagi, Zee bergeming saat berada dalam tatapan tersebut.“Kamu mau apa?”Zee menegang saat Haikal mengikis jarak di antara mereka. O
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews