Usai memastikan, akhirnya Yudris menyunggingkan seulas senyum."Teman-Teman, target sudah ditemukan, langsung bergerak saja."Tanpa ragu-ragu lagi, Yudris langsung melambaikan tangannya, menginstruksikan para anak buahnya untuk berkumpul di sini.Sementara itu, Dikta mulai merasakan kepalanya berdenyut sakit.Walaupun dia memang diinstruksikan untuk datang menjemput Ardika, tetapi dia juga tidak menyangka bisa begitu merepotkan.Namun, tidak boleh sampai terjadi sesuatu pada Ardika di saat Ardika bersamanya.Karena itulah, dia berinisiatif maju untuk melindungi Ardika, ingin melihat apakah dia bisa melindungi Ardika.Namun, Ardika sendiri tetap sangat tenang.Menghadapi situasi seperti ini, dia sudah tahu apa yang harus dia lakukan. Hanya saja, dia tidak menyangka trik Alendo bisa serendah ini."Sobat, kalau ada apa-apa, bicarakan saja secara baik-baik. Jangan gegabah."Sambil melindungi Ardika di belakangnya, Dikta mengucapkan satu kalimat itu, mencoba untuk meredakan suasana."Sayang
Read more