Kata-kata kasar yang diucapkannya tadi, juga hanya karena pandangannya terlalu sempit. Itulah sebabnya, dia bisa mengucapkan kata-kata sebodoh itu.Kata-kata seperti itu juga sama sekali tidak berpengaruh baginya.Ardika naik lift khusus, lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat.Selanjutnya, masih ada hal yang lebih penting lagi yang harus dilakukannya. Dia harus mengawasi setiap pergerakan Keluarga Siantar dengan ketat.Semua urusan Kesya tidak ada hubungannya dengannya. Hanya saja, gadis muda itu memang cukup menyedihkan, semuanya dikendalikan oleh ibunya.Namun, bagaimanapun juga, itu adalah urusan keluarga mereka, tidak ada hubungan apa-apa dengan orang luar sepertinya. Jadi, dia tidak perlu terlibat di dalamnya.Tanpa butuh waktu lama, Ardika sudah melupakan hal itu, tidak terlalu memedulikannya.Saat Ardika kembali ke kamar, Chalis sudah menunggu di dalam.Begitu melihat Ardika memasuki kamar, Chalis segera beranjak dari sofa."Pak Ardika, ini adalah data-data yang kamu minta
Read more