Masuk"Nggak masalah, aku punya banyak waktu."Kesya tidak ingin kembali lagi, juga tahu dia akan kembali disalahkan oleh ibunya, jadi dia ingin mengulur lebih banyak waktu."Kalau begitu, aku akan mulai sekarang."Selesai berbicara, Kody mulai menyibukkan dirinya sendiri. Pergerakan tangannya juga makin lama makin cepat.Ardika meminum bir sambil memakan hidangan dingin, dia juga merasa sangat puas.Dalam sekejap, ruangan ini menjadi sangat tenang.Pandangan Kesya terpaku pada Kody. Dia mendapati pria itu sangat berkarisma saat memasak.Membuat orang merasakan seperti sedang menyaksikan pertunjukan.Jelas-jelas hanya sedang memasak saja, tetapi bisa membuat orang merasa seperti terhipnotis.Saat dia melihat hidangan baru disajikan di hadapannya, dia makin menantikan untuk mencicipi hidangan tersebut, apakah bahkan lebih enak dari yang dia bayangkan."Hidangan ini kelihatan sangat menggugah selera. Sejak awal hingga akhir, aku benar-benar nggak menyangka ternyata memasak serumit itu."Kesya
"Nggak ada pantangan, buatkan saja apa saja, tapi apa pun buatanmu sangat enak."Sudah beberapa hari tidak datang kemari, Kesya benar-benar sangat merindukan masakan Kody."Mulutmu benar-benar manis, ya. Kalau bocah yang satu ini, dia bahkan nggak bersedia mengucapkan satu kalimat pujian pun."Kody melirik Ardika sekilas."Hmm, masakanmu memang enak. Bagaimanapun juga, kamu adalah seorang juru masak senior. Kalau kamu sama sekali nggak punya keterampilan memasak, bagaimana mungkin kamu bisa membuka restoran?""Omong-omong, pemandangan di halamanmu cukup bagus, pasti sudah menghabiskan banyak waktu untuk mendekorasinya, 'kan? Daripada buang-buang waktu untuk hal seperti itu, sebaiknya kamu mendalami keterampilan memasakmu."Ardika tidak bisa menahan diri dan melontarkan kata-kata keluhan."Pemandangan di sana untuk estetika, juga sebuah hiburan bagiku. Kamu juga nggak perlu menjelek-jelekkanku seperti itu."Walaupun berbicara seperti itu, tetapi sesungguhnya Kody sama sekali tidak memed
"Kalian lihat bunga anggrek di sebelah sana, setiap tangkainya bernilai fantastis. Setelah mekar, nilainya bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta."Semua itu sangat sulit dirawat, tetapi kalau bunga anggrek dirawat dengan baik, nilainya sangat mahal.Terlebih lagi, ada beberapa jenis yang sangat langka, jadi jelas sangatlah mahal."Benar-benar nggak kelihatan, ya. Kukira itu hanya setumpuk rerumputan liar."Ardika berkomentar dengan tidak peka."Aku juga nggak menyadarinya. Kukira itu hanyalah setumpuk rerumputan biasa, kelihatannya juga nggak ada bedanya. Ternyata itu adalah bunga anggrek."Sebelumnya Kesya pernah mempelajari seni bunga, dia banyak memahami soal bunga anggrek.Karena setiap kali dia merangkai bunga sebelumnya, ada orang yang mengantarkan bunga segar, dia benar-benar tidak tahu ternyata itu adalah bunga anggrek."Nggak mengerti juga nggak masalah, tujuannya memang untuk memanjakan mata pengunjung saja."Pelayan wanita itu agak terkejut, dia tidak menyangka ternyata d
Tindakan Ardika hari ini sudah menunjukkan identitasnya tidak biasa, seharusnya dia bukanlah orang biasa.Dalam situasi genting, dia yang membawa orang-orang datang untuk menyelesaikan masalah. Kalau begitu, dia pasti adalah orang yang bisa memerintah Organisasi Snakei, kemungkinan adalah petinggi Organisasi Snakei.Kesya hanya bisa berspekulasi, tetapi dia tidak punya cara untuk memastikannya.Namun, makin lama berinteraksi dengan Ardika, dia sudah makin tahu jelas pria itu adalah orang seperti apa."Aku nggak terlalu suka berkendara."Setelah Ardika pikir-pikir, benar juga. Gadis muda secantik ini pasti tidak suka naik taksi.Karena itulah, Ardika melihat ke arah belakang.Tak lama kemudian, ada sebuah mobil berwarna hitam yang berhenti di depan mereka.Ardika kembali melihat Dikta.Dikta segera turun dari mobil, membukakan pintu mobil kursi penumpang belakang, lalu mempersilakan mereka berdua masuk ke dalam mobil.Sejak awal hingga akhir, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, keli
Setelah meninggalkan Hotel Biston, Kesya merasa sangat rileks.Walaupun kurang praktis baginya untuk berjalan dalam balutan gaun ala tuan putri itu, tetapi saat dia berjalan, terkesan seperti tuan putri yang sedang kabur.Meskipun gaun yang dipakainya ini berat, tetapi seperti baju zirah, membuat merasa makin percaya diri untuk mendapatkan kebebasan."Apa kamu sesenang itu? Sejak keluar, kamu terus tersenyum. Pesta ulang tahunmu sudah dirusak, tapi kamu malah nggak peduli."Ardika menatap Kesya dengan tatapan agak terkejut, tidak semua orang bisa memiliki suasana hati yang baik seperti dirinya saat ini."Yang terpenting ada kamu di sini, aku sangat senang."Kesya tidak berpikir banyak, dia hanya ingin mengutarakan hal tersebut.Kesya terus mencari Ardika, tetapi dia sama sekali tidak melihat pria itu. Mungkin setiap kali saat di menghadapi masalah, pria itu akan selalu datang di sisinya seperti sosok Dewa Perang."Benar-benar gadis bodoh. Ayo, pergi. Kita cari sebuah tempat untuk trakt
"Hanya sedikit luka kecil, hanya saja sayang sekali aku nggak bisa membantu."Alendo mengalihkan pandangannya dengan malu, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan itu."Cepat pergi ke rumah sakit dan periksa dulu! Kalau nggak, aku tetap agak khawatir.""Kamu sudah membantu, aku sangat berterima kasih padamu. Hanya saja, terlalu banyak kejadian yang terjadi hari ini, jadi aku nggak akan menahanmu di sini lagi."Mengingat adegan putrinya dibawa pergi, Andelin benar-benar merasa lelah jiwa dan raga.Dia mengira putrinya itu masih penurut, tetapi sekarang kelihatannya putrinya itu sangat pembangkang."Kalau begitu, kamu juga jangan terlalu khawatir lagi. Keluarga Demode pasti akan memberikan sebuah penjelasan soal ini."Alendo hanya bisa mengucapkan satu kalimat penghiburan itu.Awalnya hari ini dia datang masih ingin meminta Andelin untuk mengerahkan kekuatan Organisasi Snakei untuk membantunya menyelidiki orang di balik layar itu.Namun, sekarang malah muncul kejad







