"Itu adalah wilayah kekuasaanmu, tapi ada orang yang berani main tangan padaku, yah itu hanyalah orang yang nggak berwawasan saja."Kesya kelihatan tidak peduli, tetapi sesungguhnya dia teringat pada Ardika yang seperti pahlawan itu."Kamu ini! Tolong, biarkan aku tenang sedikit. Kamu kembali ke vila dan tinggal beberapa hari dulu. Saat hari pesta ulang tahunmu, kamu baru datang menginap di hotel lagi."Andelin langsung menolak saran putrinya, dia tidak mungkin membiarkan putrinya terus berada di luar.Kesya juga mengerti, ibunya kelihatan cukup bisa diajak bicara, tetapi begitu melewati batasan, ibunya itu pasti akan tidak senang."Baiklah, aku mengerti."Kesya hanya bisa berpura-pura agak patuh."Beberapa hari ini biar Mira temani kamu berbelanja, pilihlah beberapa pakaian dan aksesori yang kamu suka."Andelin selalu bermurah hati pada putrinya. Selama putrinya bersedia menurut padanya, apa pun bisa diberikannya pada putrinya.Namun, satu-satunya hal yang tidak bisa diberikannya pada
Read more