Dipimpin oleh Jesika, Ardika berjalan memasuki sebuah ruang rapat yang besar dan luas.Sebuah meja panjang yang terbuat dari kayu asli tertata dengan rapi di dalam ruangan rapat ini, membuat keseluruhan ruangan ini terkesan sangat megah.Ada banyak lukisan ternama yang tergantung di dalam ruangan, kelihatannya juga sangat mahal.Ruangan ini tidak terkesan gelap, karena ruangan tersebut dilengkapi dengan jendela besar.Cahaya matahari dari luar bisa terpancar masuk ke dalam ruangan melalui jendela, pemandangan indah di luar juga bisa terlihat dengan sangat jelas."Akhirnya kalian datang juga."Alendo sudah menunggu lama di sini. Melihat dua orang itu berjalan memasuki ruangan perlahan-lahan, api amarah membara terlihat jelas di matanya."Kak Alendo, lama nggak bertemu."Jesika berinisiatif untuk menyapa. Kemudian, dia menarik kursi, lalu mempersilakan Ardika untuk duduk dulu."Pak Ardika, harap tunggu dulu, ya. Para tetua keluarga kami akan segera datang."Saat dalam perjalanan kemari,
Read more