Belum sempat ia menganalisis lebih jauh, pasir di bawah kakinya bergetar. Sebuah pedang melesat keluar dari pasir, mengarah lurus ke dadanya. Tidak ada yang memegangnya, namun niat membunuh yang terkandung di dalamnya begitu pekat.Nathan segera menebas.KLANG!Dentang tajam terdengar, Pedang itu terbelah dua dan patah. Serpihan cahaya redup dari pedang yang hancur itu tersedot masuk ke dalam Pedang Aruna.Nathan merasakan peningkatan kecil pada energinya, ia semakin bingung. “Apa sebenarnya tempat ini?”Gurun kembali berguncang. Pasir-pasir berputar, lalu mulai menyatu. Perlahan, butiran-butiran halus itu membentuk sosok manusia. Seorang lelaki tua muncul dari pusaran pasir, menggenggam pedang pusaka. Wajahnya tanpa ekspresi.Nathan melangkah setengah langkah maju. “Senior, tempat apa ini? Siapa Anda?”Lelaki tua itu tidak menjawab. Sebaliknya, ia mengangkat pedangnya. Dalam sekejap, ribuan pedang muncul dari bawah pasir, mencuat seperti tombak yang bangkit dari bumi. Mereka mengitar
Última actualización : 2026-02-26 Leer más