Mahesa kemudian menoleh ke arah Velisa. "Velisa, ambilkan Elixir Esensi milikku. Kita selamatkan nyawa anak ini terlebih dahulu."Velisa belum sempat bergerak ketika Rael buru-buru angkat bicara. "Guru, Elixir Esensi adalah pil penyelamat nyawa milik Anda. Persediaannya tinggal sedikit. Kalau diberikan kepada... kepada orang ini, bukankah itu akan terbuang sia-sia?""Omong kosong!" Mahesa langsung membentaknya. "Sudah kukatakan, dia bukan kultivator jahat!"Tatapannya menyapu seluruh murid Ordo Sancta. "Selama ini bagaimana aku mendidik kalian? Meski Ordo Sancta hidup mengasingkan diri dari dunia luar, bukan berarti kita menutup mata terhadap orang yang membutuhkan pertolongan. Selama mampu menyelamatkan seseorang, kita wajib mengulurkan tangan.""Kekuatan memang penting, tetapi jangan pernah kehilangan belas kasih. Bila seseorang sudah kehilangan rasa kemanusiaannya, sebesar apa pun kekuatannya, dia tak lebih dari sekadar mesin pembunuh."Suasana langsung terdiam."Velisa, segera amb
Read more