Rael langsung mengenali lelaki tua itu. Dia adalah Tetua Danendra dari salah satu Sembilan Pilar Agung—Tiga Ordo dan Enam Faksi, seseorang yang jauh melampaui dirinya, baik dari segi status maupun kekuatan.Karena itu, Rael segera menangkupkan tangan dengan hormat. "Tetua Danendra, Guru sedang keluar dan saat ini tidak berada di Ordo.""Keluar?" Levan mendengus sambil menyunggingkan senyum sinis. "Jangan-jangan dia sudah tahu kami akan datang, jadi sengaja pergi untuk menghindari kami.""Levan, jangan asal bicara!" Rael langsung membalas dengan nada kesal. "Guru baru saja pergi. Tidak mungkin beliau tahu kalian akan datang.""Kalau begitu lebih mudah." Levan mengangkat bahu sebelum melangkah ke depan. "Kami akan masuk dan menunggunya di dalam."Melihat Levan hendak melewati gerbang, Rael segera mengulurkan tangan untuk menghalangi jalannya. "Maaf, tanpa izin Guru, orang luar tidak diperbolehkan memasuki Ordo Sancta."Levan berhenti, lalu tertawa kecil seolah baru saja mendengar leluco
Read more