Nathan mengerahkan Kekuatan Taiju ke dalam Pedang Aruna. Semakin banyak energi yang ia salurkan, semakin keras pedang itu bergetar. Seolah-olah roh di dalamnya benar-benar menolak keberadaan kekuatan Nathan.“Apa yang terjadi padamu?” Nathan mengerutkan kening.Ia terus mencoba mengendalikannya, namun semua usahanya sia-sia. Pedang Aruna sama sekali tidak merespons.Krek... krek... krek…!Tiba-tiba, serangkaian suara retakan kecil terdengar.Nathan membeku, tatapannya perlahan turun ke bilah pedang yang berada di tangannya. Di permukaan Pedang Aruna, beberapa retakan kecil mulai muncul.Retakan kecil itu Nathan tertegun. Pedang itu telah menemaninya melewati begitu banyak pertempuran, namun selama ini belum pernah sekalipun menunjukkan tanda-tanda akan rusak, apalagi sampai retak seperti sekarang.Nathan tidak berani mengambil risiko. Begitu menyadari kondisi Pedang Aruna, dia segera menyimpannya kembali ke Cincin Ruang. Jika terus dipaksakan, dia khawatir pedang itu benar-benar akan
Read more