ANMELDENNathan akhirnya memahami penyebabnya. Selama ini ia terlalu fokus meningkatkan kekuatannya sendiri sampai melupakan satu hal penting. Pedang Aruna juga membutuhkan peningkatan. Terlebih setelah kekuatannya melonjak drastis, Kekuatan Taiju yang ia salurkan ke dalam pedang menjadi semakin besar.Itulah sebabnya Pedang Aruna terus bergetar setiap kali digunakan, bahkan mengeluarkan suara dengungan aneh sebelum retakan muncul di bilahnya.“Kalau begitu, bisakah kau memperbaikinya?” Nathan segera bertanya. “Atau setidaknya meningkatkan kemampuan Pedang Aruna agar bisa menahan kekuatanku?”Danzel menggeleng. “Kalau senjata biasa, mungkin aku masih bisa memperbaikinya. Namun, dengan kemampuanku sekarang, aku tidak sanggup memperbaiki Pedang Aruna, apalagi meningkatkan kualitasnya.”Jawaban itu membuat wajah Nathan langsung muram. “Jadi aku hanya bisa melihat Pedang Aruna perlahan berubah menjadi senjata yang tidak berguna?”Bonang yang sejak tadi mendengarkan akhirnya ikut bertanya, “Guru Da
Beberapa saat berlalu dalam keheningan.Danzel akhirnya menghela napas panjang. Wajah sedihnya perlahan berubah menjadi senyum tipis yang terasa dipaksakan. “Melihat kalian berdua mau mendengarkan cerita panjangku sampai selesai, aku tidak akan meminta syarat apa pun lagi.”Dia bangkit dan menatap Nathan. “Dengan kekuatan kalian sekarang, menyelamatkan orang dari tangan Ordo Flareon hampir mustahil. Jadi, keluarkan saja senjata apa pun yang ingin kalian perbaiki.”Danzel mengulurkan tangannya. “Aku akan memperbaikinya. Setelah itu, aku akan pergi.”“Guru Danzel, salah satu pedangku kembali retak. Bisa kau periksa dan lihat apakah masih ada cara untuk memperbaikinya?”Begitu selesai berbicara, Nathan mengangkat tangan kanannya. Cahaya melintas di telapak tangannya, lalu Pedang Aruna muncul dengan dengungan rendah yang terasa berbeda dari biasanya.Begitu melihat pedang tersebut, Danzel yang semula terlihat santai langsung berubah. Matanya membesar, lalu tatapannya terkunci pada Pedang
“Apa itu?” tanya Nathan.“Bantu aku menyelamatkan seseorang.”Nathan dan Bonang hampir bersamaan bertanya, “Siapa?”Biksu tua itu tidak langsung menjawab. “Kalian tidak perlu tahu siapa orangnya. Yang perlu kalian tahu, dia sedang dipenjara di ruang bawah tanah Ordo Flareon.”Nathan langsung mengernyit. “Ordo Flareon?”Nama itu terdengar asing baginya.Biksu tua itu mengangguk. “Jika kau bersedia membantuku menyelamatkannya, aku bukan hanya akan memperbaiki Pedang Aruna milikmu. Aku bahkan akan menempa sebuah pedang baru untukmu.”Tawaran itu membuat Nathan terdiam. Memperbaiki Pedang Aruna saja sudah cukup sulit, apalagi mendapatkan tawaran sebuah pedang baru dari seorang ahli pemurnian senjata yang misterius seperti ini.Namun, ada satu hal yang membuatnya semakin penasaran.“Guru, di mana Ordo Flareon berada? Selama ini aku sudah mengetahui banyak tempat, Sektor Langit, bahkan Sektor Bayangan, tetapi aku belum pernah mendengar tentang tempat itu.”Biksu tua tersebut langsung menata
Ketika akhirnya sampai di depan Paviliun Sambara, Nathan langsung mengerutkan kening.Bangunan yang dahulu ramai itu kini tampak terbengkalai. Dindingnya dipenuhi debu dan noda, beberapa bagian atap terlihat rusak, sedangkan halaman kuil telah dipenuhi rumput liar. Dari luar saja sudah terlihat jelas bahwa tempat ini telah lama tidak dirawat.Nathan berdiri beberapa saat di depan gerbang. Entah kenapa, melihat keadaan Paviliun Sambara yang begitu menyedihkan membuat hatinya terasa berat. Dia kemudian mengikuti Bonang masuk ke dalam.Keadaan di dalam bahkan lebih buruk. Halaman yang seharusnya bersih dipenuhi dedaunan kering dan gulma, beberapa patung telah tertutup debu, sementara tidak ada satu pun biksu yang terlihat.Bonang melihat sekeliling dengan wajah muram. “Sepertinya biksu tua yang pernah kutemui sudah tidak tinggal di sini.”Dia berjalan beberapa langkah sambil mengamati bangunan-bangunan tua di sekitar mereka. Dari kondisinya, jelas tidak ada yang mengurus tempat ini selam
Pengetahuan Bonang mengenai berbagai hal aneh dan langka jauh melampaui kebanyakan orang. Jika ada seseorang yang mungkin mengetahui cara memperbaiki Pedang Aruna, Nathan yakin Bonang setidaknya bisa memberikan petunjuk.Nathan segera mencarinya.Begitu Bonang melihat Pedang Aruna di tangan Nathan, wajahnya juga berubah serius. Dia mengambil pedang tersebut dan mengamatinya dengan hati-hati, bahkan beberapa kali membalik bilahnya untuk memeriksa retakan yang ada.“Nathan, pedang ini jelas bukan senjata spiritual biasa. Pedang ini bahkan sudah memiliki kesadaran sendiri,” ujar Bonang sambil mengembalikan Pedang Aruna. “Kalau hanya seorang ahli pemurnian senjata biasa, memperbaikinya hampir mustahil.”Mendengar itu, Nathan sedikit mengernyit, namun ia tidak menyerah. “Tidak ada cara lain? Kau sudah hidup cukup lama dan mengetahui banyak hal. Bukankah kau mengenal seseorang yang benar-benar ahli dalam memurnikan senjata?”Mendengar pujian itu, ekspresi Bonang berubah. Dia mengangkat dagu
Di dalam Sektor Bayangan, Sarah dan Prisly masih berdiri di sekitar Penjara Abyssal dengan wajah penuh kecemasan. Mereka sudah mencoba berbagai cara untuk menghancurkan penghalang tersebut, namun sekuat apa pun serangan yang dilepaskan, Penjara Abyssal tetap tidak bergeming.Sarah bahkan beberapa kali menghantam permukaannya dengan kepalan tangan. Benturan keras terus terdengar, tetapi penghalang transparan itu hanya bergetar sebentar sebelum kembali tenang.“Jangan buang tenagamu. Kau tidak akan bisa menghancurkan Penjara Abyssal ini dengan kekuatanmu sekarang,” kata Nathan dari dalam kurungan.Sarah langsung menoleh. “Tidak, aku harus mengeluarkanmu dari sini. Aku tidak mungkin hanya berdiri dan melihatmu terjebak!”Dia kembali mengayunkan tinjunya, kali ini dengan tenaga yang lebih besar. Namun, hasilnya tetap sama. Penjara Abyssal bahkan tidak bergeser sedikit pun.Nathan hanya menggeleng melihat kegigihan Sarah. “Aku bisa keluar sendiri. Penjara ini tidak akan mampu menahanku.”S
Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja
“Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha
Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang
Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N







