“Bagaimana mungkin bisa begini?” gumam Danzel, masih menatap kolam dengan wajah tak percaya.Saat Nathan dan Danzel masih kebingungan memikirkan hilangnya Pedang Aruna, permukaan Sumber Jiwa Senjata mendadak bergolak. Gelembung-gelembung besar bermunculan dari dasar kolam, disusul sesosok lelaki tua berambut putih yang perlahan naik ke permukaan.Sosok itu melayang di atas air tanpa tubuh fisik yang nyata. Wujudnya samar dan tembus pandang, menandakan bahwa ia hanyalah roh.Begitu mengenali lelaki tua tersebut, Danzel langsung berubah sikap. Ia melangkah maju, lalu membungkuk penuh hormat. “Hamba, Danzel, murid Ordo Ferrum, memberi salam kepada Mahaguru Bilah, Arvand.”Mahaguru Arvand meliriknya dengan tatapan dingin. “Sudah lebih dari sepuluh tahun berlalu. Kukira seluruh anggota Ordo Ferrum telah musnah. Tak kusangka masih ada murid yang mengingat keberadaan Sumber Jiwa Senjata.”Danzel tetap menundukkan kepala sebelum menjawab, “Mahaguru Arvand telah membantu sekte kami menempa beg
Read more