Share

Bab 2488

Author: Imgnmln
last update publish date: 2026-10-10 22:46:18

Nathan berdiri di tengah formasi raksasa yang tersembunyi di dasar Sumber Jiwa Senjata. Ia bisa merasakan bahwa kekuatan formasi itu sangat lemah, seakan-akan sebagian besar fungsinya belum terbangun sepenuhnya. Ia belum tahu apakah kondisi tersebut disebabkan oleh usia formasi yang membuat energinya terkuras atau kerusakan akibat ulah para roh pedang.

Meski begitu, formasi tersebut masih mampu menahan para roh pedang agar tidak mendekat. Hal itu membuat Nathan melihat secercah harapan.

‘Jika a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2495

    Nathan mengikuti Danzel menuju gunung berikutnya bersama Bonang dan Freya. Sepanjang perjalanan, Freya terus berjalan rapat di sisi Nathan, mengikuti setiap langkahnya dengan sikap manis layaknya seekor burung kecil yang enggan berjauhan dari pemiliknya.Pemandangan itu membuat Bonang sulit mengalihkan pandangan. Dia terus melirik Freya dengan wajah terpesona, bahkan sampai meneteskan air liur tanpa menyadarinya.Tak lama kemudian, mereka tiba di kaki sebuah gunung yang menjulang megah.Nathan mendongak, perhatiannya segera tertuju pada aura aneh yang menyelimuti kawasan tersebut. Energi itu terasa begitu asing, berbeda dari energi spiritual maupun energi pedang yang selama ini dikenalnya.Danzel menangkap perubahan ekspresi Nathan dan tersenyum kecil. “Gunung ini bernama Gunung Ferragon. Di dalamnya tersimpan banyak bijih spiritual, dan bahan-bahan itulah yang menjadi salah satu alasan utama Ordo Ferrum mampu menempa begitu banyak senjata ilahi.”Dia menunjuk ke arah lereng gunung ya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2494

    Gelombang energi segera memenuhi bilah pedang.Pada saat yang sama, Mahaguru Arvand menyatukan kedua jarinya dan mengarahkannya ke senjata tersebut. Semburan cahaya keemasan melesat dari ujung jarinya, menyatu dengan energi yang sedang disalurkan Nathan.Proses itu berlangsung selama beberapa saat hingga seluruh energi pedang dalam tubuh Nathan terkuras habis. Mahaguru Arvand akhirnya menghentikan tindakannya, meski wajahnya menunjukkan kelelahan yang jelas setelah menyelesaikan proses tersebut.Pedang Aruna di tangan Nathan bergetar hebat. Cahaya menyebar dari bilahnya, kemudian berkumpul membentuk sosok Freya di hadapan mereka.Penampilan wanita itu kini jauh lebih memikat. Kulitnya tampak halus, wajahnya menyerupai bunga persik yang sedang mekar, dan sebuah tanda berbentuk pedang berwarna merah darah menghiasi bagian tengah dahinya. Corak tersebut membuat auranya terlihat semakin istimewa.Nathan tanpa sadar terdiam, matanya mengikuti sosok Freya yang kini berdiri di hadapannya.Ma

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2493

    Bonang langsung membelalakkan mata. Perhatiannya seketika tersita oleh wanita itu, sampai-sampai ia hampir lupa bahwa mereka sudah menunggu selama sepuluh hari.Nathan sempat melirik wanita tersebut sebelum mengalihkan pandangan kepada Mahaguru Arvand. Ada satu hal yang jauh lebih penting untuk dipastikan. “Mahaguru Arvand, di mana Pedang Arunaku?”Tatapannya tertuju pada kedua tangan roh pedang itu. Tak ada pedang di sana, dan kenyataan tersebut membuat Nathan segera menuntut penjelasan.“Lihat baik-baik, Nathan. Pedang Aruna yang kau cari ada di hadapanmu!” Mahaguru Arvand menunjuk wanita muda yang berdiri tak jauh darinya.Nathan mengikuti arah tangannya, lalu terpaku. Sulit baginya menerima kenyataan bahwa pedang yang selama ini menemaninya bertarung kini telah berubah menjadi seorang wanita sungguhan.Wanita itu melangkah mendekati Nathan, lalu berhenti beberapa langkah di hadapannya. Dia membungkukkan tubuh dengan hormat sebelum mengangkat wajahnya.“Tuan, saya adalah roh dari P

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2492

    Keenam Ksatria Dicta terperanjat mendengar keputusan tersebut. Murid-murid yang selama bertahun-tahun mengikuti dan mengabdi kepada mereka kini akan dijadikan korban demi ambisi sosok Yang Mulia itu. Jika semuanya lenyap, mereka akan kehilangan seluruh pengikut yang telah mereka bina selama ini.“Yang Mulia, mengenai hal ini, kami berharap Anda bisa mempertimbangkan—” Julian mencoba menyampaikan keberatannya.Namun, sosok Yang Mulia itu langsung mengangkat tangan, memotong ucapannya sebelum sempat selesai.“Aku sedang memberikan perintah, bukan meminta pendapat kalian. Kumpulkan seluruh murid kalian di sini sekarang juga!”Nada suaranya tak menyisakan ruang untuk tawar-menawar. Ia kemudian menatap mereka dengan dingin sebelum menambahkan, “Jangan pernah berpikir untuk mengelabuiku. Orang-orang yang kalian sayangi masih berada di tanganku.”Begitu lengan bajunya bergerak, ruang di hadapan mereka bergetar. Sebuah gambaran muncul di kehampaan, memperlihatkan sangkar raksasa yang menahan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2491

    Ordo Maledicta.Enam Ksatria Dicta telah berkumpul di aula utama. Mereka sudah menunggu selama beberapa hari, tetapi belum juga diizinkan bertemu dengan keluarga masing-masing.Mereka tahu bahwa sosok Yang Mulia itu telah memerintahkan seseorang untuk menjemput kerabat mereka sejak beberapa waktu lalu. Seharusnya, orang-orang yang mereka tunggu sudah tiba di Ordo Maledicta. Karena itulah, para Ksatria Dicta itu akhirnya memutuskan untuk meminta penjelasan langsung.Tepat ketika mereka masih menanti, ruang di atas singgasana mendadak beriak. Sesosok makhluk perkasa muncul dari kehampaan dan duduk di tempatnya, lalu mengarahkan pandangan kepada keenam Ksatria Dicta.“Ada urusan apa kalian berenam mencariku?” tanyanya dengan nada dingin.Julian segera melangkah maju dan membungkuk hormat. “Yang Mulia, sudah beberapa hari berlalu. Kami yakin keluarga kami telah tiba di sektor bayangan ini. Kami hanya ingin bertemu dengan mereka.”“Kerabat kalian memang sudah berada di sini,” jawab sosok i

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2490

    Belum sempat Nathan memeriksa perubahan lainnya, Danzel sudah melompat menghampirinya. Pria tua itu mendarat tepat di hadapannya, dengan tatapan penuh hasrat yang sulit disembunyikan.“Nathan, bolehkah aku meminta Pusaka Mahatempa yang kau temukan itu?” tanyanya penuh harap.Mahaguru Arvand segera menyusul. Pandangannya terpaku pada gulungan usang di tangan Nathan, sementara wajahnya memperlihatkan kegembiraan yang jarang terlihat.“Siapa sangka benda itu ternyata tersembunyi di Sumber Jiwa Senjata selama ini!” serunya. “Aku telah menjaganya selama bertahun-tahun, tetapi tak pernah menyadari keberadaannya. Dengan Pusaka Mahatempa ini, Ordo Ferrum akhirnya memiliki kesempatan untuk mengembalikan kejayaannya.”Nathan menatap mereka bergantian, masih belum memahami mengapa gulungan yang isinya tidak lengkap itu begitu berharga.“Pusaka Mahatempa ini sebenarnya apa?” tanyanya. “Bukankah isinya hanya catatan teknik penempaan yang tidak utuh? Apa yang membuatnya begitu penting?”Danzel sege

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status