Kinara berusaha menepis perasaan tak nyaman yang sejak tadi menggerogoti dadanya. Ia menunduk, mengatur napas, lalu coba merilekskan dirinya sendiri.“Mungkin aku cuma terlalu sensitif,” batinnya sambil mencoba menenangkan diri sendiri.“Aku ke dapur dulu, ambilin minum sama cemilan ya,” ujar Kinara akhirnya, memecah keheningan.Hanna mengangguk ceria.“Oke! Jangan lupa ambilin Karina susu hangat juga.”Kinara tersenyum tipis, lalu melangkah ke dapur. Jantungnya masih berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya, tapi ia berusaha mengabaikannya.Di dapur, Kinara membuka lemari, mengambil beberapa gelas, lalu menuangkan air dingin. Tangannya bergerak otomatis, tapi pikirannya melayang.Tatapan Dean tadi … entah kenapa terus terbayang. Bukan tatapan ramah. Bukan juga sekadar penasaran. Lebih seperti sedang menilai dan mengamatinya.Kinara menggeleng pelan, mencoba fokus. Ia mengambil beberapa camilan ringan, menyusunnya di atas nampan. Saat ia hendak berbalik, tiba-tiba saja ….“Eh?”Kina
Last Updated : 2026-01-27 Read more