MasukKejadian tak terduga di hotel malam itu, membuat kesucian Kinara direnggut oleh pria asing yang merupakan tamu di hotel tempatnya bekerja. Kinara shock dan memilih pergi, dan tanpa disangka kejadian itu membuatnya hamil. Bagaimana nasib Kinara selanjutnya, di tengah perjuangannya menyelamatkan nyawa sang adik yang sedang sakit keras? Dan siapakah pria yang sudah merenggut kesuciannya itu?
Lihat lebih banyakUntungnya kondisi Karina masih bisa diselamatkan pasca komplikasi itu. Operasi pun kembali dilanjutkan.Suasana di depan ruang operasi masih terasa mencekam. Kinara berdiri mematung, telapak tangannya dingin, sementara dadanya terasa sesak seperti ditindih beban berat. Hanna berdiri di sampingnya, menggenggam tangan Kinara erat, seolah menjadi satu-satunya penyangga agar Kinara tidak runtuh.Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang menyiksa.Lalu, pintu ruang operasi terbuka.Seorang dokter keluar, melepas masker dari wajahnya. Kinara refleks melangkah maju, jantungnya berdegup liar.“Dok, bagaimana adik saya?” suaranya nyaris tak terdengar.Dokter itu tersenyum kecil. “Operasinya berjalan lancar.”Kalimat itu seperti cahaya yang menembus kegelapan. Kinara tertegun sesaat, seolah otaknya butuh waktu untuk mencerna.“L-lancar?”“Iya,” lanjut dokter. “Radang usus buntunya berhasil kami tangani. Sekarang pasien masih harus dirawat intensif untuk pemulihan, tapi kondisinya stabil.”Ka
Kinara berusaha menepis perasaan tak nyaman yang sejak tadi menggerogoti dadanya. Ia menunduk, mengatur napas, lalu coba merilekskan dirinya sendiri.“Mungkin aku cuma terlalu sensitif,” batinnya sambil mencoba menenangkan diri sendiri.“Aku ke dapur dulu, ambilin minum sama cemilan ya,” ujar Kinara akhirnya, memecah keheningan.Hanna mengangguk ceria.“Oke! Jangan lupa ambilin Karina susu hangat juga.”Kinara tersenyum tipis, lalu melangkah ke dapur. Jantungnya masih berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya, tapi ia berusaha mengabaikannya.Di dapur, Kinara membuka lemari, mengambil beberapa gelas, lalu menuangkan air dingin. Tangannya bergerak otomatis, tapi pikirannya melayang.Tatapan Dean tadi … entah kenapa terus terbayang. Bukan tatapan ramah. Bukan juga sekadar penasaran. Lebih seperti sedang menilai dan mengamatinya.Kinara menggeleng pelan, mencoba fokus. Ia mengambil beberapa camilan ringan, menyusunnya di atas nampan. Saat ia hendak berbalik, tiba-tiba saja ….“Eh?”Kina
William langsung menoleh cepat. Dadanya berdebar kencang ketika mendapati seorang wanita muncul dari sisi rumah. Wajahnya langsung dikenali.“Gina?” panggil William dengan nada tak percaya.Gina mengangguk kecil, melangkah mendekat. Tatapannya lembut, tapi juga penuh rasa heran. “Tuan William, anda ngapain di sini? Lagi cari Kinara, ya?”“Iya,” jawab William cepat, matanya memancarkan harapan. “Tolong, Gina. Kamu tahu kan dia di mana sekarang? Aku harus ketemu Kinara. Aku ... aku harus minta maaf sama dia. Aku harus menebus kesalahan itu.”Nada suaranya terdengar putus asa. Jemarinya mengepal, wajahnya kusut seolah menahan sesuatu yang berat.Gina menghela napas, menatap William dengan tatapan ragu.“Maaf, Tuan. Aku nggak tahu mereka sekarang di mana. Kinara pergi beberapa hari lalu. Dia bawa Karina juga, adiknya. Dari yang aku dengar, Karina lagi sakit parah.”Deg! Jantung William serasa berhenti berdetak. “Sakit... parah?” gumamnya dengan wajah pucat.Gina mengangguk. “Iya. Aku ngga
10"Kinara? Apa ini benar-benar kamu?" tanya gadis bernama Hanna itu. Wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut tapi juga senang."Iya, Hanna. Ini aku, dan ini adikku, Karina." Kinara mengangguk.Hanna mendekat dengan langkah cepat, memandang Karina yang sedang terkulai lemah dengan ekspresi penuh rasa khawatir.“Iya, Kinara. Aku ingat dia. Dulu dia sering bermain sama aku saat aku berkunjung ke rumahmu. Apa yang terjadi dengan Karina?” Hanna bertanya, nada suaranya mengandung rasa penasaran yang dalam.Kinara menarik napas dalam-dalam, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata."Karina sedang sakit parah, Hanna. Kami harus pergi dari rumah karena ada masalah di rumah, dan sekarang kami tidak tahu harus pergi ke mana." Kinara mengatakan semua permasalahannya kepada Hanna.Hanya saja, dia sengaja tak mengatakan tentang masalah apa yang sudah menimpanya. Kinara tak ingin mengingat itu lagi, karena saat ini yang terpenting adalah ia dan Karina bisa pergi sejauh mungkin






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan