Satria duduk di meja kerja di kantornya dengan wajah muram. Ucapan sang calon istri terngiang di benaknya. Begitu membekas dan meninggalkan luka tersayat di hatinya. Kata-kata wanita yang selalu berpenampilan modis dan anggun itu selalu saja membuat harga dirinya terjun bebas hingga ke dasar tak bertepi. "Kamu harusnya sadar diri, bisa kaya gini sekarang karena aku, jadi kalo macem-macem... tunggu aja akibatnya! " Wajah Satria yang sudah gelap jadi semakin gelap mengingat kata-kata itu. Selalu saja seperti itu. Bukannya wanita sombong itu tergila-gila padanya. Terus kenapa s3lalu menekannya seperti ini. Tatiana Gustav, putri tinggal pemilik CV. Bintang Abadi, matrial yang lumayan besar di Bandung itu dulu mengejarnya saat masih kuliah. Melihat usaha kecil pengisian air mineral isi ulang milik orang tuanya yang kecil-kecilan, tentu saja Satria merasa seperti ketiban durian runtuh. Saat di semester akhir ia sengaja mencari kesempatan untuk terlihat hebat dimata wanita itu. Taria
Read more