Dengan memiringkan kepala menyimak suara orang bertato itu, Salju Kelana dapat mengenali orang tersebut, sehingga ia pun segera sunggingkan senyum sinis dan berkata ketus, "Masih belum jera menemuiku, Calo Mayat!""Sebelum kau mati dan mayatmu berhasil kujual, aku tidak akan jera menemuimu, Salju Kelana!"Pendekar Kera Sakti hanya membatin, "Orang wajah angker itu bernama Calo Mayat. Hmmm... lucu juga namanya. Pantas sekali kalau dia menjadi makelar mayat, karena wajahnya tak jauh berbeda dengan kuburan keramat!"Calo Mayat berkata dengan nada tak bersahabat. "Sekalipun kau sudah punya pengawal ingusan macam pemuda itu, aku tetap bernafsu untuk menjual mayatmu! Karena mayat perempuan cantik semacam kau akan laku mahal dan sangat menguntungkan. Ha, ha, ha, ha...!""Barangkali saat ini kau yang akan menjual mayatmu sendiri, Orang Sesat!"Gertakan itu ditertawakan oleh si Calo Mayat."Percuma kau menggertakku, Salju Kelana. Nyaliku tak akan ber
Baca selengkapnya