"Sudah buta, masih saja ngotot, ngaku tidak buta!" gumam hati Baraka. "Barangkali dia merasa malu kalau dikatakan gadis buta. Hmmm... sebaiknya tidak kusinggung-singgung lagi tentang kebutaannya itu."Kemudian dengan suaranya yang lembut, pemuda dari lembah kera itu berkata kepada gadis berjubah putih, "Boleh kutahu namamu, Nona? Dan dari mana asalmu, ke mana arah tujuanmu?""Kalau bertanya jangan borongan, aku bingung menjawabnya, Tuan," jawab si gadis dengan nada suara sudah tidak marah lagi."Jangan panggil aku Tuan. Panggil saja namaku: Baraka.""Ooh...! Benarkah kau yang bernama Baraka, si Pendekar Kera Sakti itu!" si gadis tampak terperangah girang."Betul, aku Pendekar Kera Sakti yang bernama Baraka.""Ah, bohong! Coba kulihat wajahmu...," gadis itu maju selangkah, tangannya meraba-raba wajah Baraka dengan tersenyum-senyum, dadanya juga diraba, lengannya sampai tangan diraba pula. Baraka diam saja dan sangat memakluminya."Kala
อ่านเพิ่มเติม