Marila merasa dia tidak bisa menutupinya dari Devika lagi. Dia bertanya dengan perasaan bimbang, "Devika, kamu yakin nggak akan marah?"Devika mengangguk dan menegaskan, "Kamu bilang saja, Marila. Aku benar-benar nggak akan marah."Sebenarnya Devika juga merasa aneh kenapa dirinya tidak marah. Sebaliknya, saat teringat Tirta hendak melakukan hal di luar batas padanya tadi pagi, Devika malah ingin bertanya kepada Marila bagaimana rasanya berhubungan intim dengan Tirta.Namun, Marila tidak tahu pemikiran Devika. Dia benar-benar takut Devika marah pada Tirta lagi. Marila segera meraih tangan Devika dan memohon, "Iya, Devika. Ini memang perbuatan Pak Tirta. Tapi, aku yang menggoda Pak Tirta terlebih dulu. Devika, salahkan aku saja kalau kamu marah. Aku mohon, jangan persulit Pak Tirta lagi.""Aku nggak akan mencarinya, Marila. Kamu nggak usah begini, ke depannya juga sama," timpal Devika.Melihat Marila mengakuinya, Devika menelan ludah. Dia yang sangat penasaran bertanya, "Sakit nggak?"
Read more