"Sejauh yang kutahu, di Kota Suci, sekalipun ada dendam kesumat, nggak seorang pun boleh bertindak menggunakan kekerasan.""Nona, aku nggak tahu kenapa kamu memiliki permusuhan sebesar itu terhadapku. Tapi maaf, kalau kamu berniat melanggar aturan, aku hanya bisa meminta pasukan Kota Suci untuk turun tangan."Sodam berkata dengan ekspresi tak berdaya yang dibuat-buat. Justru karena mengetahui bahwa semua orang di Kota Suci wajib mematuhi aturan dan dilarang bertarung, maka dia berani tetap berada di sini meskipun bertemu dengan Tirta.Kalau tidak, dia tidak akan setenang sekarang."Hmph, dasar licik!" Tatapan Irena dipenuhi rasa jijik tanpa sedikit pun disembunyikan."Kak Sodam, nggak perlu berpura-pura lagi. Fakta bahwa kamu diam-diam menyerang dan berusaha membunuh kami sudah terbukti dengan jelas.""Memang kami nggak bisa menyerangmu di dalam Kota Suci. Tapi begitu keluar dari Kota Suci, aku akan membereskan sampah dari Paviliun Ufuk dengan tanganku sendiri," ujar Priya dengan dingi
Read more