Bagaimanapun juga, obat spiritual milik orang-orang itu yang paling rendah pun telah berusia lima ribu tahun. Mengenai artefak, dia merasa nilainya masih tidak sepenting obat spiritual.Namun, begitu kata-kata itu terucap, pemandangan yang dibayangkan Tirta sama sekali tidak terjadi dan semuanya tetap seperti biasanya.Pesilat Suci menoleh dan menatap Tirta seperti sedang melihat orang bodoh, lalu berkata pada Tabib Suci, "Tiga Belas, otak adik seperguruanmu ini ada masalah ya?"Pendekar Suci juga menimpali, "Benar. Tadi masih baik-baik saja, kenapa tiba-tiba kambuh begini? Apa dulu dia sempat menyimpang saat kultivasi?"Wanita tua yang berada di peringkat kedelapan belas terkekeh-kekeh. "Hehehe. Anak baik, kamu tahu tadi aku sempat terkejut, makanya kamu sengaja jadi badut untuk cairkan suasana. Bagus, sangat bagus. Kalau nanti aku dapat kesempatan besar, aku pasti nggak akan lupa bagianmu."Tabib Suci juga memasang ekspresi kebingungan, sehingga dia diam-diam mengirim transmisi suara
続きを読む