"Baiklah, sekarang aku harus memulihkan luka. Kalau kamu benar-benar ingin membantuku, jangan bicara dan biarkan aku tenang sebentar."Tirta mengusap kepala Irena, lalu menyunggingkan senyuman tipis dan mencubit pipi Irena."Mm." Mendengar itu, Irena mengangguk dengan patuh. Sulit membayangkan bahwa sebelum mengenal Tirta, dia adalah seorang pembunuh bayaran berdarah dingin yang gemar membunuh.Yumika tidak berkata apa-apa. Dia duduk bersila di samping Tirta dan berjaga untuknya.'Andai saja Tuan Tirta memperlakukanku seperti itu, kalaupun harus mati, aku pun nggak akan menyesal.' Di lubuk hati Priya, muncul rasa iri.Awalnya, dia mendekati Tirta hanya untuk merekrutnya. Dia berharap bisa membujuk Tirta bergabung dengan Paviliun Ufuk.Namun, setelah menghabiskan waktu bersama cukup lama, dia menyadari bahwa Tirta memang orang yang sangat baik.Meski terkadang terlihat sedikit mesum dan juga cukup tamak terhadap batu spiritual, tanaman spiritual, serta berbagai harta surgawi .... Pada s
Read more