'Guru, tapi mereka itu Sekte Bulan Berdarah! Kita adalah orang-orang dari salah satu tiga tanah suci besar. Mana mungkin kita tunduk pada Sekte Bulan Berdarah?' Parus tidak bersedia.'Keadaan nggak berpihak pada kita. Kalau bergabung dengan Sekte Bulan Berdarah, kita masih bisa hidup.''Tapi, kalau penguasa Istana Samara benar-benar kembali bersama bocah bernama Tirta itu, yang menunggu kita hanyalah kematian!' jelas Ditto dengan nada berat.'Baiklah, Guru. Aku akan mendengarkan Guru ....' Parus akhirnya tak lagi bersikeras.Bahkan, dia menjadi orang pertama yang berkata kepada Stefan, "Tuan, aku adalah pemimpin Sekte Formasi Surgawi. Aku bersedia memimpin seluruh sekte kami untuk tunduk kepada Sekte Bulan Berdarah.""Oh? Benarkah?" Alis Stefan sedikit terangkat. Dia berjalan menghampiri Parus, lalu mengusap kepala Parus dengan tangannya."Tentu ... tentu saja benar!" Parus hanya bisa menggertakkan gigi. Meski dipenuhi amarah, dia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun."Bagus. Peng
Read more