Saat ini, ketika para tetua Sekte Bulan Berdarah melihat Tirta kembali menerjang ke arah mereka, mereka sudah kehilangan keberanian untuk terus bertarung.Namun, di sisi lain ada Selvi yang menjaga bagian luar Puncak Elokwi bagaikan dewi perang. Hal itu justru membuat mereka makin ketakutan.Jika semula posisi Selvi berada di timur, orang-orang akan mencoba menerobos dari selatan, barat, dan utara. Namun pada detik berikutnya, sosok Selvi seolah muncul bersamaan di tiga arah lainnya. Dia membunuh semua orang yang mencoba melarikan diri.Ini bukan karena Selvi menggunakan tubuh bayangan, melainkan karena kecepatannya benar-benar luar biasa, hingga meninggalkan bayangan sisa yang bertahan lama di setiap penjuru."Orang bilang, setiap utang ada penagihnya, setiap dendam ada sasarannya. Bocah, yang menyerang Istana Samara bukan aku. Lagi pula, mereka semua sudah mati. Kenapa kamu masih mengejarku?"Melihat Tirta sudah membunuh tiga orang dan hampir menyusulnya, seorang tetua Sekte Bulan Be
Ler mais