"Bocah .... Ehem, Dik, kamu sudah bangun. Gimana perasaanmu?" Menyadari panggilan sebelumnya sudah kurang cocok, Selvi pun mengganti sebutannya dan bertanya."Aku merasa tubuhku sangat hangat, seolah ada sesuatu yang terus-menerus menutrisi tubuh dan meridianku." Setelah bangun, Jade perlahan meregangkan tubuhnya.Namun, ekspresi di wajahnya sudah tak lagi seceria dan semanja dulu. Sebaliknya, kini terlihat sedikit murung."Kekuatanmu nggak berubah?" Selvi mengernyit dan bertanya."Nggak. Mungkin setelah aku menjalani cukup banyak latihan dan menempa diri, kekuatan ini baru akan sepenuhnya menyatu denganku.""Untuk saat ini, kekuatan itu hanya tersimpan sementara di dalam tubuhku dengan cara tertentu. Tapi kekuatan ini terasa aneh. Ada sensasi berat yang menyertainya, seolah bisa memengaruhi suasana hatiku. Entah kenapa, aku sama sekali nggak bisa merasa senang."Jade menghela napas, lalu melihat ke sekeliling dan bertanya, "Di mana Tirta dan gadis bernama Priya itu?""Mereka ada di at
Read more