Awalnya, Aruna mengira kepergian Albert bukan masalah besar. Pria itu memang sering bolak-balik untuk urusan bisnis, dan hidupnya akan tetap berjalan seperti biasa.Namun, pagi pertama tanpa suara baritonnya yang selalu menyapa hangat, “Pagi, Aruna”, terasa begitu hampa.“Ternyata sepi juga tanpa dia,” gumam Aruna sambil menutup pintu apartemennya.Ia berniat berangkat ke kampus dengan motor matic kesayangannya. Tapi sebelum sampai di parkiran, seorang pria muda tiba-tiba berdiri di hadapannya.“Halo, Nona Aruna. Saya Ari, sopir pribadi Anda.”Aruna mengerutkan dahi, lalu tersenyum sopan. “Maaf, saya pakai motor,” ujarnya sambil mengangkat kunci motor di tangannya.“Saya diperintahkan Tuan Albert untuk menjadi sopir pribadi Anda selama beliau tidak ada di Indonesia,” jawab Ari dengan nada sopan.“Tapi saya memang biasa pakai motor, bukan mobil.”Ari tersenyum canggung. “Maaf, Nona. Saya hanya menjalankan tugas. Saya mohon, terimalah saya. Istri saya sedang hamil, kami butuh uang untuk
Last Updated : 2025-08-14 Read more