Albert sangat menikmati detik-detik bersama dengan Aruna. Albert menggulung lengan bajunya, berdiri di dapur kecil Aruna. “Aku cuci sayurnya, kamu potong bumbunya, ya,” katanya sambil membawa baskom berisi cabai, bawang, dan sayur segar ke bak cuci.Aruna melirik sekilas. “Kamu yakin bisa?” tanyanya, nada suaranya setengah menggoda.Albert terkekeh pelan. “Kalau untuk kamu, aku bisa apa saja.”Aruna pura-pura tidak menanggapi, tapi sudut bibirnya terangkat. Ia mengambil pisau, mulai mengiris bawang merah. Albert, yang sedang mencuci sayur, diam-diam memperhatikannya. Setiap kali Aruna menunduk, rambutnya yang lembut jatuh menutupi wajah, membuatnya terlihat semakin manis.“Baunya harum banget,” ujar Albert sambil menghirup aroma bawang yang sedang ditumis.“Itu bawang, bukan aku,” jawab Aruna cepat, tapi pipinya memerah.Albert tersenyum nakal, lalu berpura-pura sibuk meniriskan sayur. Sesekali, tangan mereka bersentuhan saat memindahkan bahan-bahan, dan setiap kali itu terjadi, kedu
Last Updated : 2025-08-13 Read more