Aruna menegang seketika ketika tangannya dipandu Albert. Wajahnya memerah, jantungnya berdebar tanpa kendali.“Albert…” suaranya lirih, hampir bergetar.Albert tersenyum tipis, sorot matanya hangat sekaligus penuh hasrat. Ia menangkup wajah Aruna, mengecup bibir mungil istrinya sekali lagi. Kali ini lebih dalam, lebih lama, hingga Aruna kembali kehabisan napas.Ketika bibir mereka terlepas, Aruna menunduk, bersembunyi di dada bidang suaminya. “Aku… aku nggak bisa,” ucapnya pelan, tubuhnya bergetar antara gugup dan malu.Albert mengusap lembut rambutnya. “Tenang, sayang. Aku nggak akan memaksa. Malam ini cukup kita saling mengenal. Biarkan tubuhmu terbiasa dulu denganku.”Namun Aruna justru menggeleng pelan. “Bukan begitu, aku hanya takut salah.”Albert terkekeh kecil, lalu menangkup tangan istrinya lebih erat. “Kamu tidak akan pernah salah di hadapanku. Semua yang kamu lakukan, jika menurut kamu benar, akan selalu aku terima. Karena itu dari kamu.”Kalimat itu membuat Aruna mendongak,
Last Updated : 2025-08-25 Read more