Mona mendengarkan semua kutukan, ejekan, dan hinaan yang dilontarkan semua orang kepadanya. Air mata mengalir dari matanya saat ia memeluk anaknya. Ia menatap pria yang dicintainya sepenuh hati, betapa butanya ia hingga jatuh cinta padanya?Namun kini ia hanyalah orang asing baginya, ia bahkan tidak layak menjadi ayah dari anaknya. “ Nona Windy, dia berbohong, jangan percaya kata- katanya. Dia berbohong kepada anda,,,” nasihat Mona.“ Kamu masih mau membantah? Apa kau benar- benar tidak punya rasa malu? Karena kebohonganmu, aku meragukan suamiku. Karena kau, banyak orang mengutuk suamiku, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.” Windy berteriak marah. Dia sangat murka, dia merasa bersalah karena meragukan cinta Leonard.“ Nona Windy, tolong dengarkan saran saya, dia berbohong kepada anda.” Mona mencoba lagi.“ DIAM!” teriak Windy. Aku tidak akan mendengar sepatah kata pun tentang suamiku dari mulut kotormu lagi. Aku akan membuat hidupmu sengsara atas apa yang telah kau lakukan padaku
Read more