Mu Lan berdiri di atas lantai makam seperti bayangan yang diberi kulit.Wajahnya tidak utuh. Sebagian menyerupai perempuan muda yang cantik, sebagian lain retak seperti topeng tua. Di bawah retakan itu, ada wajah-wajah lain yang bergerak, saling tindih, saling menggigit, seolah terlalu banyak identitas berebut keluar dari satu tubuh.Qin Lang menarik Wang Yin ke belakangnya, tetapi Wang Yin segera menepuk lengannya."Aku bisa berdiri.""Kau baru ditusuk rantai makam.""Kau juga sering terluka dan tetap berdiri.""Aku berbeda.""Benar. Kau lebih keras kepala."Qin Lang menatapnya dengan mata dingin, tetapi tidak sempat membalas. Mu Lan tertawa pelan, suara tawanya berubah-ubah dari suara gadis kecil, wanita tua, hingga suara yang mirip Qin Yue."Kalian masih bisa saling menggoda di sini," katanya. "Mengagumkan. Atau menyedihkan. Aku belum memutuskan."Qin Mo melangkah turun dari peti batu. Darah di tubuhnya membuat
Last Updated : 2026-06-04 Read more