แชร์

50. Empress Ying

ผู้เขียน: Lord Devil
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-26 11:26:17

Festival cahaya saat bulan kembali putih menjadi tempat pertama Bab 50 bergerak. Setelah seluruh luka bulan merah mulai terbuka, tidak ada satu pun orang di keluarga Qin yang benar-benar memiliki kesempatan untuk beristirahat. Qin Lang masih menyimpan wajah dingin seorang raja, tetapi semua orang yang mengenalnya tahu bahwa ketenangan itu sedang menahan badai. Wang Yin berdiri di sisinya, lebih pucat daripada yang ingin ia akui, namun sorot matanya kembali menyala seperti hari ketika ia perta

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • The Empress   52. Ratu yang Belajar Berdiri

    Kamar pemulihan wang yin yang kini tidak lagi sunyi seperti makam, melainkan dipenuhi suara obat, kain hangat, dan langkah penjaga seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Wang Yin bersikeras berjalan sendiri ke aula kecil meski kedua lututnya bergetar. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia telah menjadi raja

  • The Empress   51. Pagi Setelah Bulan Putih

    Pagi pertama setelah festival cahaya, ketika lentera yang semalam memenuhi sungai mulai padam satu per satu seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Qin Lian bertanya dengan polos apakah semua penderitaan mereka sudah selesai hanya karena bulan kembali putih. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia telah menjad

  • The Empress   50. Empress Ying

    Festival cahaya saat bulan kembali putih menjadi tempat pertama Bab 50 bergerak. Setelah seluruh luka bulan merah mulai terbuka, tidak ada satu pun orang di keluarga Qin yang benar-benar memiliki kesempatan untuk beristirahat. Qin Lang masih menyimpan wajah dingin seorang raja, tetapi semua orang yang mengenalnya tahu bahwa ketenangan itu sedang menahan badai. Wang Yin berdiri di sisinya, lebih pucat daripada yang ingin ia akui, namun sorot matanya kembali menyala seperti hari ketika ia pertama kali menantang dunia dari Hutan Larangan.Inti bahaya kali ini adalah seluruh kerajaan menyalakan lentera berisi nama orang yang pulang, hilang, atau harus dikenang. Ancaman itu tidak datang sebagai serangan terang-terangan saja, melainkan sebagai pesan yang memaksa mereka memilih: bergerak cepat dan masuk perangkap, atau diam dan membiarkan musuh menyusun langkah berikutnya. Qin Lang ingin memotong semua jalan musuh dengan pedang. Wang Yin, seperti biasa, ingin lebih dulu mengetahui s

  • The Empress   49. Gerbang yang Tidak Lagi Menjadi Penjara

    Kerajaan yi tiga bulan setelah sidang pertama menjadi tempat pertama Bab 49 bergerak. Setelah seluruh luka bulan merah mulai terbuka, tidak ada satu pun orang di keluarga Qin yang benar-benar memiliki kesempatan untuk beristirahat. Qin Lang masih menyimpan wajah dingin seorang raja, tetapi semua orang yang mengenalnya tahu bahwa ketenangan itu sedang menahan badai. Wang Yin berdiri di sisinya, lebih pucat daripada yang ingin ia akui, namun sorot matanya kembali menyala seperti hari ketika ia pertama kali menantang dunia dari Hutan Larangan.Inti bahaya kali ini adalah gerbang kerajaan tetap terbuka dengan penjagaan yang adil, bukan ketakutan membabi buta. Ancaman itu tidak datang sebagai serangan terang-terangan saja, melainkan sebagai pesan yang memaksa mereka memilih: bergerak cepat dan masuk perangkap, atau diam dan membiarkan musuh menyusun langkah berikutnya. Qin Lang ingin memotong semua jalan musuh dengan pedang. Wang Yin, seperti biasa, ingin lebih dulu mengetahui sia

  • The Empress   48. Penghakiman Liu Ji

    Aula besar kerajaan yi yang dibuka untuk rakyat dan lima kerajaan menjadi tempat pertama Bab 48 bergerak. Setelah seluruh luka bulan merah mulai terbuka, tidak ada satu pun orang di keluarga Qin yang benar-benar memiliki kesempatan untuk beristirahat. Qin Lang masih menyimpan wajah dingin seorang raja, tetapi semua orang yang mengenalnya tahu bahwa ketenangan itu sedang menahan badai. Wang Yin berdiri di sisinya, lebih pucat daripada yang ingin ia akui, namun sorot matanya kembali menyala seperti hari ketika ia pertama kali menantang dunia dari Hutan Larangan.Inti bahaya kali ini adalah nama semua korban dibacakan sebelum Liu Ji, Shen Ruo, dan Selir Han diadili. Ancaman itu tidak datang sebagai serangan terang-terangan saja, melainkan sebagai pesan yang memaksa mereka memilih: bergerak cepat dan masuk perangkap, atau diam dan membiarkan musuh menyusun langkah berikutnya. Qin Lang ingin memotong semua jalan musuh dengan pedang. Wang Yin, seperti biasa, ingin lebih dulu menget

  • The Empress   47. Lima Kerajaan Menjawab

    Desa xuan saat fajar setelah bulan merah memudar menjadi tempat pertama Bab 47 bergerak. Setelah seluruh luka bulan merah mulai terbuka, tidak ada satu pun orang di keluarga Qin yang benar-benar memiliki kesempatan untuk beristirahat. Qin Lang masih menyimpan wajah dingin seorang raja, tetapi semua orang yang mengenalnya tahu bahwa ketenangan itu sedang menahan badai. Wang Yin berdiri di sisinya, lebih pucat daripada yang ingin ia akui, namun sorot matanya kembali menyala seperti hari ketika ia pertama kali menantang dunia dari Hutan Larangan.Inti bahaya kali ini adalah utusan lima kerajaan datang mengikuti cahaya nama dan menemukan anak-anak mereka. Ancaman itu tidak datang sebagai serangan terang-terangan saja, melainkan sebagai pesan yang memaksa mereka memilih: bergerak cepat dan masuk perangkap, atau diam dan membiarkan musuh menyusun langkah berikutnya. Qin Lang ingin memotong semua jalan musuh dengan pedang. Wang Yin, seperti biasa, ingin lebih dulu mengetahui siapa y

  • The Empress   19. Paviliun Barat

    Api di paviliun barat tidak menyala seperti api biasa.Warnanya merah tua, hampir hitam di bagian tengah, seolah ada darah yang terbakar bersama kayu dan sutra. Asapnya membumbung tinggi, membentuk pusaran aneh sebelum pecah di langit istana.Para pelayan berlari membawa ember air.

  • The Empress   17. Anak-Anak yang Hilang

    Tidak ada kuda yang cukup cepat bagi Wang Yin malam itu.Jalan dari perbatasan utara menuju Kerajaan Yi terasa seperti bentangan tak berujung. Angin dingin memukul wajahnya, membuat rambut dan jubahnya berkibar liar, tetapi ia tidak memedulikannya.Yang ada di kepalanya hanya dua na

  • The Empress   16. Saudara yang Hilang

    Lorong bawah tanah itu terbakar dari dalam.Asap hitam merayap di langit-langit rendah seperti makhluk hidup, mencari celah untuk keluar. Api menjalar di sepanjang garis minyak yang sengaja dituangkan di lantai batu, menyambar kain-kain tua, rantai berkarat, dan tumpukan kayu kering yang r

  • The Empress   15. Kuil Tua

    Kuil tua di lereng utara berdiri seperti bangkai masa lalu.Atapnya sebagian runtuh. Pilar-pilar kayunya hitam dimakan usia dan lembap, sementara lumut merayap di lantai batu yang retak. Patung dewa penjaga di gerbang masuk kehilangan satu mata, membuat wajahnya tampak seperti sedang menat

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status