Langit di luar tampak mendung. Elise baru saja terjaga dari tidurnya saat melihat Theo tengah bersiap-siap. Penampilannya, dengan sebuah kemeja putih lengan panjang, sudah rapi pagi itu. Entah ke mana pria itu akan pergi. Theo jarang sekali ke rumah sakit di hari Minggu.Theo menoleh saat mendengar suara dari kasur. "Selamat pagi," sapanya hangat. "Apa aku sudah membagunkanmu?"Elise tersenyum kecil, lalu menggelengkan kepala. Ia ingin bertanya, tapi mengurungkan niat. Rasanya saat ini ia tak pantas untuk bertanya apa-apa pada pria yang masih menjadi suaminya itu.Seolah tahu isi pikiran Elise, Theo langsung memberi penjelasan. "Aku baru saja menerima telepon dari rumah sakit. Ada salah satu pasienku yang mendadak butuh tindakan.""Oh," gumam Elise pelan.Hujan turun tepat ketika Elise baru saja menyibakkan selimut dan menurunkan kaki dari atas kasur. Kedua kakinya baru mendarat ke atas lantai ketika Theo menghampirinya. Pria itu kemudian berlutut di hadapannya, membuat Elise bingung.
Read more