Mobil Galvin melaju kencang di jalanan Jakarta yang mulai sepi menjelang tengah malam. Lampu-lampu kota berkelebat seperti garis-garis cahaya yang tak berarti. Di sampingnya, Lingga duduk dengan tablet di pangkuan, memantau pergerakan tim yang mengikuti dari belakang."Alamatnya sudah terkirim, Pak," ujar Lingga dengan suara tegang. "Sebuah gudang di kawasan pelabuhan tua di Penjaringan. Tempat itu sudah lama tidak digunakan, tapi jaringan listriknya masih aktif."Galvin mengangguk tanpa menoleh. Matanya fokus pada jalan di depannya, namun pikirannya melayang jauh—ke Maharani yang mungkin sedang ketakutan, ke ayahnya yang berjuang antara hidup dan mati, dan ke ibunya yang telah mengkhianati keluarganya."Lingga," ujar Galvin dengan suara yang tenang namun dingin. "Kalau terjadi sesuatu padaku malam ini, aku ingin kau melakukan satu hal.""Pak, jangan bicara seperti itu—""Dengarkan aku," potong Galvin dengan tegas. "Kalau aku tidak kembali, bawa Maharani ke tempat yang aman. Jauh dari
Última actualización : 2026-09-22 Leer más