Di rumah sakit, Maharani langsung dibawa ke ruang bersalin. Galvin berdiri di lorong, tubuhnya gemetar. Dia mencoba menghubungi Sri dan Kalisa, namun tangannya terlalu gemetar untuk menekan tombol dengan benar. Lingga yang melihat kondisi Galvin segera mengambil alih. "Saya akan menghubungi Ibu Sri dan Bu Kalisa, Pak. Bapak tunggu di sini." Galvin mengangguk dan duduk di kursi di lorong rumah sakit. Dia menutup matanya, mencoba menenangkan diri. Namun pikirannya terus melayang ke Maharani—ke wajahnya yang pucat, ke tangannya yang gemetar, ke suaranya yang penuh ketakutan. "Tuhan, tolong lindungi mereka," bisik Galvin. "Tolong lindungi istriku dan anakku." Beberapa menit kemudian, Sri dan Kalisa tiba. Sri langsung menghampiri Galvin dengan wajah yang penuh kekhawatiran. "Bagaimana kondisi Maharani?" tanya Sri. "Dokter masih memeriksa," jawab Galvin. "Mer
Terakhir Diperbarui : 2026-09-22 Baca selengkapnya