Selain ejekan dan sindiran, di dalam hati Afkar juga muncul perasaan lega dan puas, seolah-olah akhirnya bisa mengangkat kepala dan meluapkan semua keluhan yang selama ini terpendam. Terbayang bagaimana dulu ketika menghadapi penindasan dan hardikan Aidil, Afkar hanya bisa menahan amarah dan menelan hinaan. Bahkan meskipun dia sudah menahan diri seperti itu, pihak lawan tetap tidak berniat membiarkannya pergi.Afkar masih ingat, sebelum memasuki reruntuhan wilayah asing, dia sempat terlibat konflik dengan Freya. Padahal jelas-jelas Freya yang lebih dulu menyerang, sementara dirinya hanya bertahan secara pasif, tetapi Aidil sama sekali tidak peduli benar atau salah. Dengan dalih "adil, jujur, dan terbuka", dia justru ikut melukai Afkar.Setelah keluar dari reruntuhan wilayah asing, ketika Afkar bertarung mati-matian dengan Noah, Aidil bahkan ikut campur secara kasar. Dengan alasan bahwa Afkar menyembunyikan keberadaan Sembilan Foniks, Aidil memukulinya hingga terluka parah. Bahkan pada
Read more