CRAT! Darah menyembur ke udara, lalu jatuh menitik ke pakaian Ryan. Tubuh kultivator itu sudah tidak ada, hanya kabut merah yang perlahan menyebar dan menghilang bersama angin. Ryan berdiri di sana dengan darah orang lain di bajunya, dan sesuatu di dalam dirinya belum sepenuhnya kembali. Perlahan, kepalanya menoleh. Pedang Iblis Darah terangkat sendiri, ujung bilahnya mengarah ke Fernando Chester yang berdiri beberapa langkah di depannya. Fernando Chester tidak bergerak. Tidak bisa. Wajahnya berubah seketika, warna yang tersisa di pipinya luruh habis. Ia tahu persis bahwa dalam kondisi ini, satu ayunan dari Ryan adalah akhir dari segalanya baginya. "Tuan." Suaranya bergetar, tapi ia tetap mencoba. "Aku Fernando Chester. Tuan, ini aku." Tidak ada respons. Mata Ryan tetap kosong, merah di tepinya, menatap Fernando seperti menatap target berikutnya. "Bunuh." Satu kata. Diucapkan dengan nada yang tidak punya suhu sama sekali, seperti perintah yang keluar dari sesuatu yang j
Read more