Ruang kecil itu sudah tidak lagi layak disebut tempat berlindung. Energi iblis berputar liar ke segala penjuru seperti ribuan tangan tak kasat mata yang mencengkeram udara, tanah, dan langit sekaligus. Bebatuan hitam keabuan yang tadinya menjulang kokoh kini bergetar sampai ke akarnya. Setiap tarikan napas terasa berat, seolah udara sendiri sudah berubah jadi sesuatu yang beracun. Di tengah semua itu, Ryan berdiri tegak. 'Klon ini berbeda dari lawan-lawan yang pernah kuhadapi sebelumnya. Tidak boleh ada kelengahan sedikit pun.' Kedua matanya tidak berkedip. Ia mengangkat tangan. "Enam Dao, keluarlah!" Enam aliran cahaya melesat dari tubuhnya sekaligus. Langit di atas Ruang Segel Iblis berubah seketika. Enam pusaran cahaya mengembang dan berputar mengelilingi Ryan, berdenyut dan bergemuruh, memancarkan tekanan yang meretakkan batu-batu di sekitarnya dari dalam tanpa perlu disentuh sama sekali. Klon itu mengangkat kepalanya. Tapi Ryan belum selesai. "Pedang Iblis Darah, k
Read more