Ryan menunduk ke bawah.Saat itu mereka sudah tiba di atas sebuah lembah yang diselimuti kabut kelabu. Kabut tebal itu memancarkan hawa dingin yang menusuk tulang, sedingin liang kubur yang tak pernah tersentuh matahari.Inilah hawa maut yang sesungguhnya.Brentley melepaskan indra spiritualnya yang perkasa, menyapu seluruh lembah di bawah mereka.Beberapa saat kemudian, ia berkata pada Ryan, "Ini Ngarai Nether. Sebaiknya kita bicara baik-baik dulu sebelum masuk."Ryan sedikit terkejut mendengarnya.Brentley sama sekali tak membuka mulut soal ini di hadapan kedua Tetua Agung lainnya tadi. Tapi sekarang, sepertinya dia justru hendak membuka semua kartunya."Kau datang ke Sekte Moon Flower demi Tablet Reinkarnasi, kan?" Sorot mata Brentley dingin saat menatap Ryan."Ya," jawab Ryan tegas, tanpa ragu sedikit pun."Kenapa kau menginginkan Tablet Reinkarnasi? Apa kau tahu, Sekte Moon Flower telah menjaga Tablet Reinkarnasi secara turun-temurun?""Kami tak akan pernah menyerahkannya pada
Read More