Tetua Heron berdiri tidak jauh dari Ryan dan Luna. Tatapannya dalam, dengan sorot aneh yang sulit ditebak. Tiba-tiba, suara tepuk tangan memecah ketegangan. Plak! Plak! Plak! Tetua Heron bertepuk tangan tiga kali perlahan, seperti penonton yang baru menikmati pertunjukan menarik. “Ryan Pendragon, harus kuakui aku meremehkanmu,” ujarnya sambil menyeringai. “Rahasiamu terlalu banyak. Bahkan aku mulai penasaran ingin mengetahui semuanya.” Ia menatap kondisi Ryan dari atas ke bawah. “Sayangnya, kau sudah tidak punya tenaga untuk menggunakannya lagi. Aku bisa melihat ini adalah batasmu.” Tetua Heron melanjutkan, “Jujur saja, kemampuanmu benar-benar mengejutkanku.” “Kalau kuberi kau sepuluh tahun lagi, bahkan mungkin satu tahun saja, bukan mustahil kau sudah sanggup mengalahkanku.” “Kecepatan pertumbuhanmu memang menakutkan. Tapi sehebat apa pun dirimu, akhir dari semua ini tidak akan berubah. Semuanya selesai di sini.” Ryan menatapnya. “Lalu seperti apa akhirnya?” Suaranya tetap
Last Updated : 2026-10-13 Read more