Retakan-retakan halus mulai menjalar di permukaan Pedang Iblis Darah. Segel di dalamnya seolah dipaksa terbuka, lalu energi iblis yang hitam pekat menyembur keluar tanpa henti. Aura itu berbau anyir, berat, dan menekan, sampai-sampai udara di seluruh istana terasa kental seperti lumpur. Ryan masih memeluk Luna saat semua itu terjadi. Sorot matanya tetap lurus ke depan, dingin dan teguh, seolah apa pun yang berdiri di hadapannya tidak lagi penting. Setelah itu, Ryan bergerak hati-hati. Dia membaringkan Luna di tempat yang relatif aman, di balik reruntuhan pilar yang masih berdiri. Ibu jarinya menyapu lembut debu di pipi gadis itu, lalu dia menarik napas dalam dan membentuk segel dengan jemarinya. “Asura Nether, bangkitlah!” Suara Ryan menggema di tengah puing-puing. “Kali ini, berkumpullah di sekelilingku! Hari ini, akulah Asura, dan aku akan mewarnai Keluarga Celestedragon dengan darah!” Raungan mengguncang langit. Pada detik berikutnya, tubuh Ryan mengalami perubahan bes
Dernière mise à jour : 2026-10-14 Read More