"Bukan apa-apa. Cuma kebetulan lihat, jadi sekalian kasih ke kamu," jawab Jason, lalu mengangkat cangkir teh dan meneguknya sedikit.Setelah menatap teh itu dan berpikir sejenak, mata Janice tiba-tiba bersinar. "Aku tahu."Cangkir teh di tangan Jason bergoyang sampai beberapa tetes membasahi kerahnya. Dia segera mengangkat Janice dan menundukkan kepala untuk menyeka kerahnya, lalu bertanya dengan tenang, "Tahu apa?""Kamu ... kasih aku lebih sedikit. Kursnya berbeda, jadi pasti lebih sedikit kalau ditukar ke mata uang negara kita," jawab Janice.Begitu Janice selesai berbicara, Jason langsung mengetuk jidat Janice dengan keras. "Pantas saja kamu jadi desainer, imajinasinya luar biasa.""Aku mau cek kursnya deh," kata Janice sambil mengusap keningnya, lalu mengeluarkan ponsel dan hendak mengecek kurs.Jason menahan tangan Janice. "Aku ganti baju dulu.""Baiklah," jawab Janice, lalu bergeser sedikit ke sisi sofa. Begitu Jason keluar, dia kembali mengeluarkan ponsel untuk mengecek kurs. A
Read more