Setiap kali, mereka menggunakan alasan itu hanya untuk membangkitkan rasa bersalahnya. Sekarang Chelsea malas lagi untuk berpura-pura. Biarlah rumah itu sepenuhnya menjadi milik Chiquita.Di seberang telepon, setelah mendengar kata-kata Chelsea yang tanpa belas kasihan, yang terdengar hanya napas terengah-engah penuh amarah. Setelah waktu yang lama, ibunya baru menghela napas berat."Chelsea, dia adikmu. Kalau bukan karena kamu, dia sudah ikut rombongan tari ke luar negeri sejak lama. Kamu yang menghancurkan hidupnya, jadi kamu harus bertanggung jawab.""Adikmu seharusnya bisa jadi penari utama dan punya banyak uang. Jadi, apa yang sekarang kamu kasih padanya memang seharusnya miliknya. Itu utangmu padanya, paham?"Suaranya lembut. Kalau menutup mata, orang lain mungkin bisa membayangkan wajah penuh kasih dari sang ibu. Namun, kata-kata ini sudah terlalu sering didengar oleh Chelsea. Seakan-akan sejak Chiquita lahir, sebagai kakak, dia sudah berutang pada adiknya."Chelsea, kamu kakakn
Read more