Ivy sontak berdiri. Tanpa sengaja, perutnya membentur pinggiran meja hingga dia meringis menahan sakit.Zachary refleks berdiri dengan gugup, tetapi langsung ditahan oleh Verica yang mencengkeram pergelangan tangannya."Zachary, sakit banget ...."Ivy menatap keduanya dengan pandangan tidak percaya. Janice segera bereaksi. Dia maju dan menopang ibunya. Dengan suara rendah, dia berkata, "Bu, tenang dulu."Ivy menarik napas dalam-dalam. Demi anaknya, dia tidak bisa meledak di tempat. Dia memaksa tersenyum, lalu menatap Zachary. "Sayang, bukannya kamu tadi bilang mau ketemu klien? Kenapa tiba-tiba ada di sini?"Zachary baru saja mau menjelaskan, tetapi Verica langsung menyela, "Jangan salah paham, Bu Ivy. Zachary memang menemui klien, kebetulan aku juga ada di sana. Tapi sepatu hak tinggiku patah, jadi dia bantu aku jalan sampai ke sini."Ivy termangu sejenak. Kata-kata Verica itu terdengar seperti penjelasan, tetapi di saat yang sama juga seperti sindiran halus. Apakah Zachary benar-bena
Read more